Bahasa menunjukkan bangsa

balai bahasa

Lihat penulisan URL website-nya deh…

Berlangganan RSS

Anda bisa mendapatkan informasi tulisan terbaru dalam blog ini dengan berlangganan melalui email. Masukkan alamat email Anda.

  Umpan RSS

18 komentar untuk artikel ini

  1. wennyaulia says:

    pertamax….
    salam kenal mas :D

    huehehehe…
    saya sering lewat sana tapi malah gak pernah perhatiin plangnya ik :P

    ho’oh ya…sedikit memalukan..

  2. Tukang sablonnya gak punya blog paling Mas :D

  3. geblek says:

    weh injek2 tukang sablonnya, atau jangan2 requestnya memang spt itu thoms

  4. yus aja says:

    kerja birokrasi? ya wajar… :D

  5. Samsul says:

    kalau masuk halaman gedungnya apa error #404 page not found ya… :-) btw, itu gedung apa toko bangunan sih?

  6. dadan says:

    wah… malu-maluin… :))

  7. Pujiono says:

    itu khan menunjukken cara penggunaan bahasa daripada pemrograman yang salah. jadi ya dimaklumken saja. anggap saja tidak ada spasi di situ supaya kita semangkin memahami pikiran daripada tukang sablon secara mereka khan tidak punya blog.

    *kabuuuurrr*

  8. Jauhari says:

    Terus terang aku masih belum faham maksudnya apa ini :D

  9. Woo, balai bahasa kok nulis url isoh kliru ki piye tho?

  10. woelank says:

    mungkin sudah di artikan ke bahasa indonesia.
    biasanya sih kl dari bahasa inggris ke indonesia artinya sering dibalik.
    jadilah http:// menjadi http//:

  11. -tikabanget- says:

    wah, cara anyar kuwi yo?

  12. Anggie says:

    Mantab!!! kenapa ga sekalian aja .org nya di depan,hihihi…

  13. iorme says:

    bayarnya kurang jadi ya dibikin salah sama yang bikin :)

  14. bMa says:

    kenapa sih kita menghina bangsa sendiri. apa memang sudah takdirnya klo bangsa kita memang selalu menghina dirinya sendiri.?? atau karena menghina itu lebih mudah daripada tidak menghina. apakah menghina itu berarti lebih pandai??

    setiap orang punya kelemahan sendiri. di bidang lain mungkin kita sendiri tidak paham, dan kebetulan untuk urusan website dan teman2nya anda semua lebih pakar.

    maaf klo sy terlalu serius mungkin,,, tetapi kita sudah terlalu banyak menderita karena hal2 yg dianggap sepele selalu dilihat sebelah mata atau main2.

    bercanda ada tempatnya,,, untuk soal seperti ini kita sebagai bangsa indonesia harusnya saling membantu. dan sekali lagi apakah kita membantu untuk mengharapkan sesuatu (misal materi)?? itulah salah satu kesalahan terbesar kebiasaan buruk bangsa kita yg membuat ketertinggalan kita terhadap bangsa lain.

    tolong menolonglah dimulai dari sekitarmu (apa yang dapat kau lihat, dan dengar)… =bMa=

  15. Deddy says:

    Mungkin bahasa URL belum masuk kamus besar bahasa Indonesia kali…

  16. Thomas Arie says:

    bMa, terima kasih komentarnya. Disini, saya tidak bermaksud menghina, tapi lebih kepada menyampaikan apa yang saya temui.

    Kalau misalnya (ini tidak berhubungan langsung dengan komentar Anda) semua hal bisa kita terima sebagai wajar/lumrah dan semua selalu dengan pembenaran “harap dimaklumi”, ya sama saja itu tidak membuat hal jadi lebih baik kan?

    Dalam kasus foto tersebut, bagi saya itu merupakan kesalahan yang tidak perlu. Apakah kita tiba-tiba hanya bisa “maklum”?

    Menolong dimulai dari sekitarmu

    Saya sepakat dengan ini kok…

  17. decon says:

    hahahaha … yah maklum mas .. paling tukang sablonnya kurang perhatian ..

    btw sampeyan tahu bahasa suroboyoan ..??

    http://deconlabel.com/2008/03/19/surabaya-combo-language-p/

Tinggalkan komentar

Alamat email mohon diisi. Alamat email tidak akan dijual, dipublikasikan atau disalahgunakan dengan alasan apapun oleh pemilik blog ini. Gambar profil dalam kolom komentar menggunakan gambar dari layanan Gravatar. Belum punya Gravatar? Daftar sekarang.