Aug 1, 2008 at 7:46 pm
Beberapa hari lalu, ketika saya sedang jalan-jalan bersama dengan Lala, tidak sengaja lihat ada telepon umum dengan tampilan yang lain dari biasanya. Lala yang memberitahu ini.

Kalau dari sisi disain, menurut saya ini menarik. Tapi entah ini sebagai pajangan saja, atau memang ada maksud lain. Misalnya, untuk lebih menambah sisi artistik, mengingatkan bahwa kita punya batik. Yang saya justru tidak sempat cek adalah apakah telepon umum koin ini berfungsi atau tidak. Oh ya, lokasi telepon umum tersebut ada Malioboro Mall, lantai bawah, dekat toilet.
Jul 25, 2008 at 11:08 pm
Hari ini iseng melihat statistik pengunjung, ternyata ada yang datang ke situs ini dari pencarian melalui mesin pencari melalui kata kunci “jasa tebang pohon”.
Apakah sebentar lagi memang akan jasa penebangan pohon yang beriklan melalui internet? Atau ada situs yang menyediakan informasi tentang jenis jasa tersebut? Mungkin saja…
Jul 24, 2008 at 4:00 pm
Saat ini, semakin banyak informasi yang berkembang di internet. Kalau soal blog, tentu sudah banyak yang tahu. Fenomena lain yang muncul adalah semakin banyaknya pihak-pihak (perorangan, kelompok, maupun organisasi) yang memandaatkan media situs untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Intinya, internet sudah semakin dilirik sebagai media untuk mempublikasikan konten.
Dalam hal ini, diantara publisher terlibat dalam sebuah ‘persaingan’ untuk mendapatkan pembaca/audiens. Kita ambil contoh saja dalam agenda Pemilihan Umum 2009. Banyak partai politik yang berbondong-bondong membangun situs untuk menampilkan profil partai masing-masing.
Baca selengkapnya »
Jul 24, 2008 at 12:06 am
Tiba-tiba merasa bosan dengan tampilan menggunakan latar belakang (background) berwarna terang. Sepertinya sudah sangat lama saya tidak menggunakan kombinasi warna background yang gelap, dengan warna teks yang lebih terang. Kombinasi semacam ini sepertinya jadi favorit saya ketika awal-awal senang bermain dengan web. Mungkin sekitar awal tahun 2000. Ya, sekalian coba-coba lagi deh…
Sekalian diubah menjadi lebih sederhana, dengan tampilan satu kolom saja. Tidak ada sidebar, tidak ada pernak-pernik. Simple saja.
May 26, 2008 at 12:35 pm

Beberapa hari yang lalu, (19 Mei 2008), saya bersama dengan rekan saya Yan Arief mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam agenda acara FAM TRIP Journalist. Kemunculan kami disini atas undangan dari Bapak Octo Lampito dari Harian Kedaulatan Rakyat. Secara singkat acara ini merupakan sebuah kunjungan ke tempat-tempat tujuan wisata yang dilakukan oleh pihak-pihak seperti pemerintah kota, jurnalist, agen perjalanan. Sehingga acara ini mampu memberikan sebuah kesan dan pengalaman estetis tersendiri ketika individu berinteraksi dengan obyek (produk) wisata.
Untuk kegiatan ini di didukung oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Yogyakarta. Untuk hari pertama ini — dari rangkaian acara mulai tanggal 19 – 21 Mei 2008) — agenda pertama adalah mengunjungi Candi Borobudur. Hari ini (20 Mei 2008) peringatan Hari Raya Waisak 2552 dipusatkan di Candi Mendut dan Borobudur.
Baca selengkapnya »
May 2, 2008 at 8:11 am
Setelah nonton Perspektif Wimar — kalau sempat — biasanya saya lanjutkan dengan nonton Apa Kabar Indonesia di tvOne. Untuk acara Apa Kabar Indonesia sendiri, beberapa waktu terakhir ini pemandu acara sedikit lain dari biasanya. Kalau biasanya Indy Rahmawati (Indy) dan Iwan Ahmad Sudirwan, sekarang posisi Iwan Ahmad Sudirwan sedang digantikan oleh Alfito Deannova (Fito).

Menurut pendapat pribadi saya, sepertinya Indy dan Fito ini memang pasangan yang cocok. Mungkin Pak Iwan Ahmad memang lebih senior dibandingan dengan Fito atau Indy. Saya merasa kalau keduanya bisa kompak (paling tidak terlihat lebih kompak), jika dibandingkan dengan ketika Indy bersama Iwan. Maaf ya pak Iwan, ini pendapat pribadi saya saja lho… Toh sepertinya Indy, Fito maupun Pak Iwan tidak baca blog ini, Hehehe.. Walaupun memang saya lebih tertarik dengan topik-topik yang diangkat dipagi hari. Dengan atmosfir yang santai dengan isu yang memang sangat current, acara ini mampu memberikan informasi yang sangat menarik. Acara bincang-bincang berlangsung dengan teratur, sehingga esensi dari isu yang sedang diangkat dapat digali dengan lebih dalam. Ini yang paling saya suka.
Entah host untuk acara ini nanti akan kembali lagi seperti sebelumnya atau tidak. Kalaupun iya, saya sih akan tetap nonton kalau bisa… daripada nonton infotainment. :P
May 2, 2008 at 6:56 am

Minggu lalu, sewaktu jalan-jalan bersama cewek saya di Malioboro, kebetulan menjumpai penjual kipas dari bambu. Yang membedakan — selain karena lokasi berjualan — adalah bahwa ini adalah kipas yang mungkin lebih pantas dipakai untuk membakar sate. Awalnya tidak terlalu tertarik, tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya perlu juga. Beberapa hari ini, memang cuaca cukup panas. Daripada pakai kipas angin, mendingan pakai kipas yang ini saja. Ya, sekalian olah raga. :P
Waktu saya tanya harganya, bapak penjual yang sudah cukup tua itu menjawab kalau harganya Rp. 1.500,- saja. Hah? Murah banget! Tanpa pikir panjang, beli dua. Sekalian saja ini hitung-hitung sebagai penglaris. Akhirnya saya beli dua kipas seharga Rp. 5.000,-.
Seribu lima ratus rupiah. Saya sendiri tidak habis pikir kenapa bisa dijual dengan harga “semurah itu”. Padahal, untuk membuatnya, saya yakin butuh ketrampilan dan ketelatenan. Saya sendiri kalau dikasih duit lebih banyak untuk bikin satu kipas, belum tentu bisa. Apalagi, hasilnya juga cukup bagus. Waktu pulang, mungkin saya — bersama Lala — dilihatin orang juga, karena kipas langsung saya bawa. Tanpa plastik pembungkus. Heheheh… Waktu nunggu bis untuk pulang, sempat juga dikira bahwa ini untuk bikin sate.
Seribu lima ratus…
Apr 15, 2008 at 9:39 pm
Beberapa minggu ini, saya mengalami cukup banyak masalah yang terjadi menyangkut sarana komunikasi telepon selular. Memang di berbagai media promosi tentang persaingan tarif antar operator layanan komunikasi makin gencar, tapi kok sepertinya makin gencar pula masalahnya ya?

Saya pengguna kartu prabayar Pro XL, sampai saat ini belum tertarik untuk pindah ke provider lain, karena alasan kepraktisan. Nomor XL ini menjadi nomor saya yang saya beli pertama kali beberapa tahun lalu. Pernah kejadian –cukup lama, dimana saya benar-benar ingin ganti ke penyedia layanan lain. Waktu itu, didaerah saya sinyal kuat, tapi jangankan untuk telepon, untuk SMS saja tidak bisa sama sekali. Adik saya yang saat itu menggunakan kartu XL juga mengalami hal yang sama. Bahkan, ketika kebetulan mengobrol dengan tetangga depan rumah, dia mengalami hal yang sama. Tapi, masalah ini hanya terjadi dalam radius beberapa ratus meter saja.
Kalau misalnya saya sedang keluar rumah dan berada kurang lebih 300 meter dari tempat saya, nomor bisa digunakan dengan lancar. Waktu itu, kejadian berlangsung selama kurang lebih 3 hari. Mungkin saking dodolnya, waktu itu saya sempat paksakan keluar rumah hanya untuk sekadar kirim SMS. Doh!
Baca selengkapnya »
Apr 9, 2008 at 4:12 am
Tulisan Mas Iman Brotoseno yang membahas tentang sebuah kondisi paranoid justru mengingatkan saya kepada satu hal yang sekarang ini gaungnya entah kenapa menjadi surut. Atau, saya sendiri yang kurang informasi ya? Betul, dalam entrinya, salah satunya disinggung tentang Visit Indonesia Year 2008 (VIY 2008). Memori otak saya tiba-tiba tergelitik dengan istilah ini. Visit Indonesia Year atau tahun kunjungan wisata.
Saya sebagai warga Jogjakarta, tidak melihat tanda-tanda bahwa ada sebuah agenda besar di tahun ini. Kita lihat saja salah satu contoh. Di Jogjakarta, saya baru menemui logo VIY 2008 di beberapa tempat. Pertama di halte bis Trans Jogja yang ada di ujung utara Jl. Malioboro. Itupun hanya sebatas stiker yang ada di dinding kaca. Bahkan, penempelannya saja sepertinya miring. Besok ambil gambarnya ah!
Yang kedua, salah satu hotel di sebelah timur kawasan Malioboro yaitu Hotel Melia Purosani. Ada sebuah papan besar bahwa Indonesia (dan Jogja pada khususnya) sedang punya gawe. Selain itu, belum melihat lokasi lainnya.
Baca selengkapnya »
Mar 28, 2008 at 9:48 am

Setelah nonton Perspektif Wimar episode 2 tanggal 25 Maret yang lalu, hari ini punya kesempatan lihat lagi dengan topik yang sangat menarik. Tapi, tetep saja kok kayaknya kurang ya waktunya. Bu produser (eh, bener ibu kan ya?), tambah waktunya donk! :D
Kebetulan, tamu juga seorang menteri yaitu Pak Mohammad Nuh, dengan co-host Wulan Guritno. Untuk diskusinya — dibandingkan dengan episode lalu tentang imigrasi — jelas kali ini diskusi lebih menarik. Pak M. Nuh sendiri mampu memberikan argumentasi yang menurut saya sangat baik; terlepas dari bahwa apa yang disampaikan tetap akan bisa menjadi sebuah isu yang akan terus dibahas dan memunculkan pro dan kontra.
Nah, kalau misalnya kebetulan ada yang tidak nonton, tapi ingin tahu apa yang didiskusikan, saya sudah coba merekam dan meng-upload berkas audionya. Silakan mengunduhnya.
Berkas audio Perspektif Wimar ANTV, 28 Maret 2008. Format: .ogg, ukuran berkas: 13.1 MB.
Update: Durasi berkas audio adalah 21 menit, 47 detik, tanpa penyuntingan kecuali untuk bagian iklan yang dihilangkan. Jangan lupa juga kunjungi Perspektif Online untuk topik ini.
Mar 28, 2008 at 2:18 am
Di rumah tempat saya tinggal, ada beberapa pohon yang cukup besar dan produktif. Dulu ada pohon sawo, rambutan, duku, cengkeh, nangka, kelapa gading dan beberapa lainnya. Kalau tidak salah pohon sawo dan dulu tersebut usianya malah lebih tua dari saya, tapi dulu masih produktif. Beberapa pohon akhirnya ditebang. Pohon sawo yang cukup besar — dulu kalau panen, yang mengangkut sampe 2 andong — akhirnya ditebang, karena buah sering jatuh di genteng yang mengakibatkan banyak genteng yang pecah. Kalau musim berbuah dan disaat yang sama juga musim hujan, repot sekali.
Pohon duku dan cengkeh akhirnya juga ditebang dengan pertimbangan karena kedua pohon tersebut tidak produktif lagi. Saat ini, yang paling banyak jumlahnya adalah pohon mangga. Ada lima pohon mangga. Yang satu belum mulai berbuah, tapi yang lain, kalau soal berbuah, tidak diragukan lagi rasa dan banyaknya. Pohon rambutan dan kelapa gading juga masih produktif. Kelapa gading yang ada dirumah lebih sering dimanfaatkan oleh tetangga. Kurang tahu untuk apa, tapi beberapa kali banyak tetangga yang minta. Untuk urusan ini, tidak ada alasan untuk bilang tidak boleh.
Kemarin, satu pohon mangga akhirnya dengan terpaksa ditebang. Baca selengkapnya »
Mar 26, 2008 at 12:50 am
Kalau ditanya soal membuat themes blog, saya memang cukup sering. Rata-rata saya buat by order. Tapi, kalau soal themes yang saya publikasikan untuk umum, mungkin tidak terlalu banyak. Salah satunya karena sejak lama saya memakai alat bantu blog Movable Type untuk blog saya yang ada di orangescale.net. Untuk alat bantu blog Textpattern, cuma 3 (tiga) design — Profilo, Texpattic dan CataShelf — yang perlu saya buat untuk publik. Dan itupun sudah sekitar dua tahun yang lalu. Untuk WordPress, cuma satu theme saja, yaitu Laila theme.
Dari beberapa blogging platforms, saya rasa yang paling mudah untuk membuat theme untuk dipublikasikan bagi publik adalah theme untuk WordPress. WordPress memiliki banyak kemudahan dalam hal ini. Unduh berkas theme, unggah dan aktifkan. Selesai. Beda dengan Movable Type atau Textpattern. Untuk Textpattern, memang bisa dimudahkan dengan bantuan modul atau…. dokumentasi yang lebih lengkap. Tapi, sekali lagi, dari perspektif beberapa disainer theme, ini bukan pekerjaan yang mudah.
Baca selengkapnya »
Mar 26, 2008 at 12:31 am
Setelah melewatkan tayanan perdana Perspektif Wimar di ANTV kemarin tanggal 24 Maret 2008, akhirnya tadi pagi sempat nonton juga. Kesan pertama — saat Wimar bermonolog — sepertinya acaranya akan seru. Dan, ternyata memang seru! Hari Selasa (25 Maret) kemarin, topik yang diusung adalah tentang masalah keimigrasian dan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan tamu Dewi Sandra dan Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta. Untuk liputannya, Perspektif Online sudah merangkumnya.

Oh ya, Dewi Sandra terlihat cantik, dan WW pasti sangat setuju ini… :D
Selain obrolan yang menarik, ada pula bagian yang lebih seru sekaligus — bagi saya — menggelitik. Memang terlihat bahwa Andi Matalatta terlihat banyak “diserang”, tapi ternyata mensikapi dengan argumen yang bagi saya kurang asyik. Banyak pertanyaan atau argumen yang selalu dijawab dengan menempatkan bahwa masyarakat (dalam konteks ini adalah Dewi Sandra) adalah pihak yang ’salah’. Belum ketika menanggaapi soal sosialiasi dan juga oknum keimigrasian, seperti yang disampaikan oleh Dewi Sandra. “Siapa bilang dan seterusnya…” seperti menjadi kalimat sakti. Dan kayaknya WW dan Dewi Sandra juga agak kaget mendapati jawaban yang demikian dari Pak Andi. Duh!
Catatan: Gambar diambil dari Perspektif Online. Kalau tidak salah, Dewi Sandra dalam gambar tersebut menunjuk WW, sebagai ungkapan menyetujui yang disampaikan WW tentang masalah sosialisasi peraturan/informasi tentang keimigrasian deh… CMIIW. Tadi sempat iseng untuk merekam audio-nya, tapi lupa belum di simpan. Ada yang punya? Saya lupa simpan karena terburu-buru mematikan komputer. Salah siapa nih… Mmm.. salah sendiri!
Mar 23, 2008 at 9:12 pm
Ketika saya menuliskan entri sebelumnya tentang salah satu perbedaan Wordpress dan Blogger, saya hanya sekadar menuliskan hal tersebut sebagai catatan sendiri. Saya masukkan entri tersebut sebagai tumblelog. Bagi saya, artikel itu cukup menggelitik. Dan itu saja. Tidak ada maksud ingin membawa ke diskusi yang lebih jauh. Sekali lagi, bagi saya hal tersebut cukup menggelitik.
Tapi, sepertinya ada hal-hal yang sama sekali tidak saya duga. Kenapa diskusi dalam entri pendek tersebut malah jadi rame dan semakin tidak mengenakkan; bahkan sampai ada istilah perang bloger, dan diskusi yang membuat suasana jadi tidak enak. Saya tidak ingin semakin memperkeruh suasana blogosfer Indonesia dengan adanya artikel tersebut. Mulai sekarang, saya tutup komentar untuk artikel saya tersebut.
Sedikit tentang blogroll, saya sudah singgung sedikit dalam diskusi di entri sebelumnya. Sebenarnya, bagi saya pribadi, soal blogroll dalam blog (dalam pengertian blog pribadi saya) sudah opini saya masih tetap sama dengan yang saya tuliskan setahun lalu. Blogger.com, WordPress, dan alat bantu blog lainnya hanyalah sebuah sarana saja untuk memudahkan kita beraktifitas blog. Tentang mana yang terbaik, secara umum yang terbaik adalah yang bisa membantu saya beraktifitas ngeblog dan saya nyaman menggunakannya. Itu saja.