May 27 2009
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden Juli mendatang, semakin banyak komentar dan perang argumen diantara politisi. Ya, sudah sejak pemilu legislatif yang lalu juga. Atau, diluar periode itupun, terkait dengan pemerintahan, sudah sering terjadi seperti ini.
Sepertinya, argumentasi dengan merendahkan, menjelekkan dan mencari kekurangan orang lain (terutama pesaing) sudah menjadi hal yang lumrah. Menjadi sesuatu yang wajar. Bahkan dianggap sangat wajar sepertinya.
Bagi saya sendiri, silakan saja sih… Tapi ketika katakanlah salah satu orang membicarakan kejelekan orang lain (bahkan dengan semangat dan penuh keyakinan bahwa dirinyalah yang paling benar), pada saat yang sama malah memperlihatkan kualitasnya. Maksud saya, maunya sih meninggikan diri/kelompok, tapi hasilnya malah memperlihatkan seperti apa diri/kelompok mereka sendiri. Seolah-olah orang lain atau pihak lain tidak memiliki sisi positif sedikitpun.
Yang lebih ajaib adalah, ketika mereka sendiri mengingkari apa yang mereka omongkan sendiri. Atau, ketika argumen yang disampaikan untuk orang lain dipertanyakan atau dikembalikan ke diri/kelompok mereka sendiri. Ternyata, mereka kok malah ngomongkan kejelekan diri mereka sendiri.
Apr 6 2009
Saya tahu pertama kali tentang salah satu halaman di layanan jejaring sosial Facebook yang menkampanyekan tentang ‘Say “NO!!!” to Megawati’ justru bukan dari Facebook, melainkan dari layanan microblogging Twitter. Karena terus terang, saya lebih aktif memanfaatkan Twitter daripada Facebook.
Yang menarik — bagi saya — justru lebih kepada informasi yang bertebaran di halaman tersebut. Sepertinya media tersebut digunakan untuk menempatkan hal-hal yang (bagi para pengguna layanan Facebook) mungkin menjadi uneg-uneg, aspirasi, atau bahkan… menghujat. Yang cukup mengherankan adalah bagaimana jumlah pertumbuhan suporter untuk halaman tersebut. Kurang dari 3 (tiga) hari saya rasa, halaman tersebut telah memiliki lebih dari 60,000 suporter. Menurut saya ini adalah sebuah angka yang tidak kecil jika dibandingkan dengan berapa jumlah pengguna Facebook yang berasal dari Indonesia.
Sangat sulit untuk membaca satu per satu tulisan yang muncul di “Wall”. Karena pergerakannya sangat cepat, tapi beberapa kali — sering sih — saya lihat, banyak beberapa hal yang berulang kali dituliskan. Saya tidak akan menuliskan tentang komentar yang bersifat menghujat, tapi ini beberapa isu yang diangkat:
Saya lihat di hari-hari awal, tidak/belum banyak media yang meliput fenomena ini. Yang pasti, sekarang sudah mulai banyak berita tentang hal ini. Sebut saja misalnya Kompas.
PDI-P Laporkan Facebook “Say No!!! to Megawati” ke Bawaslu
PDI Perjuangan, kata Pramono, akan segera melaporkan komunitas itu kepada pengawas pemilu. “Pasti itu merupakan black campaign yang dilakukan dengan sangat terbuka. Dalam UU Pemilu, pelaku bisa diancam pidana pasal 270 dengan hukuman 24 bulan. Kami meminta Bawaslu menyikapi hal ini karena ada upaya mengadu domba,” kata Pramono saat dihubungi Kompas.com, Senin.
PDI-P: Facebook “Gerakan Anti-Mega” = “Black Campaign”
Lebih lanjut ia mengatakan, ini termasuk black compaign sekalipun ia mengaku belum melihat sendiri grup itu di Facebook. “Motifnya jelas. Kami bisa melihat sendiri akan memberi keuntungan kepada siapa dan siapa yang dirugikan,” kata Aria.
Detik Pemilu juga menuliskan artikel tentang fenomena ini, dalam artikelnya dikatakan bahwa pembuat halaman di Facebook tersebut bisa dijerat dengan hukuman penjara 1 tahun dan denda 24 juta. Hal ini merujuk pada pasal 270 Undang Undang (UU) Pemilu.
Pasal 270 UU Pemilu berbunyi,’ Setiap orang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, atau huruf i dipidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan denda paling sediki Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah) dan paling banyak Rp24.000.000,00.’
Yang menjadi pertanyaan/fakta yang mungkin masih terus akan diperdebatkan pasti akan terus bertambah. Apakah suporter untuk halaman tersebut ikut karena ajakan? Apakah ada penggerakan opini ke arah sana? Apakah yang disampaikan adalah fitnah, atau fakta? Kita tunggu saja perkembangannya. Saat saya tuliskan artikel ini, jumlah statistik suporter untuk halaman tersebut sudah lebih dari 74.000. Bukan kapasitas saya untuk menilai berapa akun yang memang berniat untuk mendukung, tidak mendukung, atau akun fiktif.
Apr 3 2009

Minggu ini, saya melakukan pencarian/penarikan tunai yang dikirimkan melalui Western Union melalui Bank Internasional Indonesia (BII). Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menggunakan jasa BII. Sebelumnya — sudah cukup lama — saya pernah menggunakan jasa BII untuk melakukan penarikan yang sama, dan hasilnya memuaskan. Kenapa tidak menggunakan Pacto Moneygram? Ya, karena memang dapatnya untuk diuangkan melalui Western Union, tidak bisa milih ke Pacto. Kenapa tidak lewat kantor pos? Karena saya dulu pernah menggunakan jasa kantor pos, dan — entah kenapa — hasil akhir penarikan jauh dari jumlah yang diharapkan. :)
Saat melakukan penarikan, saya belum menjadi nasabah BII. Ada rekening bank lain sebenarnya, dan bank-bank tersebut juga melayani pencarian dana dari Western Union. Tapi, saya sedang tidak ingin berspekulasi, jadilah saya pilih BII.
Apr 2 2009
Pemilu Legislatif tahun 2009 tinggal seminggu lagi. Tapi, sampai sekarang saya juga tidak tahu apakah saya terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau tidak. Mau cari tahu, tidak terlalu bersemangat. Tidak cari tahu, kok penasaran juga.
Tempat tinggal saya saat ini memang tidak sesuai dengan alamat yang ada di KTP saya. Saya tinggal di Jogjakarta, tapi menurut KTP, saya terdaftar sebagai warga Bantul.
Ya, kita lihat saja nanti. Kalau bisa ikut memberikan suara, ya ikut. Kalau tidak, ya sudah…
Mar 19 2009
Kemarin sore, dihalaman rumah (lebih tepatnya di teras dan halaman sih), ada sosialisasi pemilu. Selain itu, ada pula kampanye dari salah satu calon anggota legislatif yang berasal dari kampung saya.
Karena diadakan dirumah, jadi ya sekalian saja nimbrung ikut mendengarkan. Salah satu poin yang menarik bagi saya adalah tentang suara yang dianggap sah. Caleg tersebut memberikan informasi tentang suara yang sah, berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 tahun 2009.
Akhirnya, saya unduh dan cari tahu lebih lengkap tentang hal ini, walaupun pada prinsipnya sudah diberitahukan juga dalam sosialisasi pemilu tersebut. Nah, beberapa poin terkait dengan sah atau tidaknya penandaan pada surat suara ternyata cukup panjang juga. Kalau malas baca, coba saja lihat pada Pasal 40 – 42. Oh ya, tidak ada versi online-nya sepertinya — saya juga heran, jadi silakan unduh saja dulu Aturan KPU Nomor 13 tahun 2009 tersebut. Secara garis besar intinya adalah suara sah apabila penandaan dalam bentuk tanda coblos (dicoblos), atau tanda silang, atau garis datar, atau tanda centang tidak sempurna misal dalam bentuk (\) atau atau (/).
Mar 12 2009
Di Resto Oyot Godhong, Mirota Batik, Jalan Malioboro, Jogjakarta. Untuk harga, masih termasuk standard. Cerita lengkap bisa dilihat di blog Lala.
Mar 11 2009

Disatu sisi, lucu juga sih warna-warni begini. Tapi, kok ya kasihan juga. Itu ayam dalam gambar dijual dengan harga Rp 2.000,- per ekor. Kalau beli tiga, bisa dapat dengan harga Rp 5.000,-. Pas tanya ke yang jual, umurnya baru 2-3 hari.
Mar 11 2009
Pemilu legislatif tahun 2009 katanya tinggal sebentar lagi. Tapi, sepertinya cukup banyak hal-hal yang belum siap. Berita menyebutkan masih banyak masalah tentang distribusi surat suara, sosialisasi, atau kesalahan teknis terkait dengan pencetakan surat suara.
Saya sendiri untuk pemilu legislatif tanggal 9 April 2009 nanti juga belum tahu mau memilih siapa. Ada sih memang, tetangga satu RW yang ikut mendaftar sebagai calon legislatif. Tapi, apakah saya pasti milih dia? Sepertinya tidak. Jangankan mau memilih, sampai sekarang saja saya tidak tahu apakah saya terdaftar sebagai pemilih atau tidak. Mau mengecek terdaftar atau tidak? Malas juga.
Terus terang, saya malah lebih melihat Pemilu sebagai medium untuk melihat-lihat kelucuan. Kadang, serbaneka Pemilu lebih memberikan hiburan bagi saya. Janji-janji para partai politik dan caleg kadang begitu indah, begitu memberikan mimpi indah. Di saat yang sama, diimbangi dengan berbagai berita tentang caleg yang terkait dengan masalah hukum. Semakin malas saja untuk berpartisipasi dalam Pemilu. Ikut pencoblosan/memberikan suara (atau tidak) dalam Pemilu masih merupakan hak ‘kan?
Mar 11 2009
Sarimbit artinya berpasangan, atau sepasang. Mungkin sudah pada tahu, tapi walaupun katanya saya orang Jawa — lebih tepatnya orang Jogja yang identik dengan batik, tapi saya sepertinya harus mengaku kalau saya baru tahu artinya hari kemarin.
Ini juga gara-gara diajak Lala untuk menemani beli batik sarimbit untuk orang tuanya. Oh ya, salah satu tempat biasa beli batik terakhir-terakhir ini ada di Malioboro, tepatnya di Toko Batik Sekar Arum.
Waktu beli, saya hanya memerhatikan saja. Waktu itu langsung dibagian batik sarimbit. Waktu saya perhatikan, bajunya itu dobel. Nah, saya kira dobel itu dalam artian ada yang bagian dalam dan bagian luar. Sampai akhirnya apa yang saya kira salah ketika tanya ke Lala. “Lha bapak nggak dibeliin sekalian?”
“Lha baju sarimbit ini sudah dua, yang satu cewek yang satu buat cowok”. Kurang lebih begitu deh dia bilang. Waladalah!
Mar 10 2009
Sebelumnya, dengan menggunakan alat yang saya punya, saya mulai ber-videoblogging. Awalnya saya sempat berpikir mungkin akan lebih baik jika memiliki alat yang sedikit lebih memadahi. Niat untuk beli alat yang lebih memadahi sebenarnya sudah ada cukup lama, tapi saya realistis saja. Suatu saat saya akan beli, jika memang ada dana. :)
Bulan lalu, kebetulan ada rejeki, dan saya putuskan untuk beli sebuah camcorder. Bukan yang mahal-mahal banget, tapi paling tidak cukup bisa membantu aktifitas videoblogging saya — sebagai pemula tentunya. Creative Vado HD menjadi pilihan saya ketika saya ingin mencari sebuah camcorder. TAPI, bukan soal harganya yang membuat saya membatalkan keinginan saya. Saat itu, perkiraan anggaran saya sepertinya bisa untuk membelinya. Kesulitan untuk mendapatkan produk tersebut yang membuat saya tidak jadi beli.
Mar 10 2009
Saya lupa kapan tepatnya pertama kali berurusan dengan penerimaan pembayaran dari luar negeri. Dulu, yang paling terkenal — dan yang saya tahu — mungkin adalah Western Union. Tapi, Western Union sepertinya bukanlah jasa pengiriman uang yang pertama kali saya pakai. Oh ya, ini yang saya maksud adalah jasa pengiriman uang dengan cara yang “sedikit konvensional”, dalam artian tidak melibatkan bank, layanan semacam Paypal, atau cheque.
Dulu, saya pernah melakukan pekerjaan yang moda pembayaran adalah menggunakan mekanisme yang saya sebutkan diatas. Waktu itu, klien saya mengusulkan untuk melakukan pembayaran menggunakan Pacto Moneygram. Waduh! Belum pernah dengar sama sekali. Kenapa tidak pakai Paypal? Sederhana, karena saya tidak punya akun Paypal sama sekali.
Awalnya, klien saya tanya dulu, apakah ada Pacto di Jogjakarta. Setelah browsing sebentar, ternyata ada. Ya sudah, akhirnya dicobalah untuk pertama kalinya. Waktu itu, klien saya menanyakan tentang nama lengkap saya sesuai yang tertera di identitas (dalam hal ini KTP). Setelah itu, saya menunggu saja kabar dari dia. Selanjutnya, dia menginformasikan ke saya bahwa dia telah mengirimkan pembayaran. Dia menyertakan jumlah pengiriman, nama pengirim, kota dan negara dia, dan yang paling penting adalah semacam nomer PIN.
Jan 2 2009
Selamat tahun baru!
Beberapa hari menjelang tahun baru kondisi badan sebenarnya tidak begitu fit. Tapi sebenarnya masih baik-baik saja. Nah, beberapa hari ini, mulai deh kondisi badan mulai lebih tidak enak.
Sedikit pilek, sedikit batuk, sedikit meriang. Cuma sedikit-sedikit saja. Sudah dikasih obat, tidur, bangun dengan kondisi badan yang enak. Kebiasaan saya sebelum tidur adalah menyalakan kipas angin. Ini sih terjadi karena cuaca yang panas saja. Tapi, kalau sudah nyala, berangkat tidur, bangun cuma kerasa kedinginan dan gak enak. Ya namanya juga tidur bersama kipas angin. Huhuhuh…
Barusan mau keluar rumah, selesai mandi, sudah siap semua, tinggal berangkat. Tiba-tiba saja hujan deras! Batal!
Jan 2 2009
Sebenarnya komputer saya (PC) masih baik-baik saja. Memang sudah cukup lama mengeluarkan suara bising. Ini sih karena ada masalah di kipas prosesornya. Ada bagian yang “patah”. Lupa sebabnya, yang pasti gara-gara ini, suaranya jadi sangat bising. Ya, karena jadi ada yang goyah, tidak terpasang dengan sempurna.
Awalnya sih memang tidak mengganggu, tapi lama-lama kok mengganggu juga ya? Misal tidak sedang memainkan musik atau nonton film, ya sudah ada suara-suara aneh… bising dari CPU itu. Doh!
Akhirnya, beberapa jam terakhir ini komputer dimatikan. Pekerjaan dilanjutkan dengan menggunakan laptop. Untungnya, pekerjaan tidak harus dilakukan melalui PC. Kabel monitor LCD dicopot, untuk disambungkan ke laptop. Jadilah malah sekarang laptop ini pake dual-monitor. Awalnya terasa aneh sih, tapi sudah mulai terbiasa. Yang pasti, pandangan jadi sering tengak-tengok. :)
Dec 25 2008
Setelah sekian lama — kurang lebih sejak tahun 2001 — berkutat dengan blog dengan konten berupa teks dan gambar, saya mencoba menantang diri saya dengan membuat sebuah konten multimedia. Beberapa bulan ini saya mencoba nekat membuat konten video dalam videoblog saya. Ini salah satunya. Video ini saya ambil ketika saya main ke Solo naik kereta api Prambanan Express (Pramex).
[vimeo]http://vimeo.com/2458491[/vimeo]
Konten video-nya sendiri sebenarnya sudah saya miliki cukup lama. Rata-rata cuma direkam dengan menggunakan kamera digital. Lalu, mulai bulan Agustus tahun ini, mulai merekam dengan kamera handphone. Bagi saya sih ini cukup menantang. Selain karena hanya menggunakan peralatan sederhana, tapi juga ketika mengambil gambar. Cukup sering gagal. Misalnya, tiba-tiba saja kesandung pas lagi jalan sambil mengambil gambar. Atau, salah pencet. Atau karena faktor lain misalnya sedang asik mengambil gambar, tiba-tiba harus ada gangguan suara bising yang datang.
Hampir semua konten video saya tempatkan di Vimeo. Vimeo ini adalah salah satu penyedia jasa video sharing. Memang sih, tidak lebih terkenal dari YouTube. Tapi, ketika mencoba layanan ini untuk yang pertama kali, saya merasa kalau layanan ini sangat cocok bagi saya. Alat boleh seadanya, tapi kalau misalnya hal ini — videoblogging — bisa dilakukan, kenapa tidak?
Dec 15 2008
Harga BBM untuk jenis premium turun menjadi Rp 5.000,00 dan menjadi Rp. 4.800,00 mulai hari Senin, 15 Desember 2008. Tentu saja ini kabar yang baik. Intinya adalah harga BBM turun.
Yang menggelikan justru komentar-komentar tentang turunnya harga BBM ini, terutama di kalangan elit politik. Ada yang bilang kalau harga masih bisa turun lagi. Ada yang bilang pemerintah (dalam hal ini pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) menipu rakyat lah, karena harga masih bisa lebih rendah lagi. Dan, siapa yang mengeluarkan statement bahwa “pemerintah” (bukan hanya pemerintahan sekarang, tapi siapapun pemerintahan yang sedang berjalan) itu selalu salah. Ah, politis sekali…
Semuanya selalu bilang demi rakyat kecil, demi wong cilik, untuk kepentingan rakyat. Tapi, ketika pemerintah tersebut pernah berkuasa misalnya, keadaan atau faktanya juga tidak jauh lebih baik dari yang sekarang. Saya tidak terlalu peduli dengan siapa presidennya. Saya cuma pengen negara ini diurusi oleh orang-orang yang memang mudeng, pinter, paham tentang masalah-masalah global yang berpengaruh nyata ke bangsa ini. Bukan hanya orang-orang yang bisanya selalu ingin memenuhi hasrat ingin berkuasa dengan mengatasnamakan kepentingan wong cilik dan sok ngerti. Itu saja.
Dec 10 2008
Walah, sebulan lebih blog ini tidak update. Ck.. ck.. ck… Lagi keasikan main-main dengan podcast dan juga videoblog. Dan, tentu saja update blog yang berbahasa Inggris.
Sudah bulan Desember, sebentar lagi ganti tahun. Duh, cepet banget rasanya. Moga-moga tahun baru nanti tidak hujan.
Nov 6 2008
Selamat untuk Kabupaten Bantul atas penghargaan dalam ajang Warta Ekonomi E-Government Award 2008 untuk kategori website kabupaten. Pertama dengar kabar ini ketika Yan Arief sedang di Jakarta untuk ikut hadir dalam acara itu. (link)
Selamat! Eh iya, KTP saya masih domisili Bantul. Jadi, saya ini sebenarnya juga wong Bantul. :D
Nov 1 2008
Tadi sama Lala lihat-lihat pameran komputer di Jogja Expo Center. Lihat-lihat LCD sekalian tanya harga. Dan, harga yang dipakai memakai kurs 1 dollar US sebesar Rp. 11.500,00.
Harga benar-benar tidak sedang bersahabat… huh!
Oct 26 2008

Jogja Java Carnival. Pertama kali mendengar ini sewaktu saya ikut di acara FAM Trip Journalist beberapa bulan yang lalu. Ya, sebuah pagelaran istimewa yang ingin menampilkan sebuah atraksi budaya dan kesenian untuk peringatan HUT Kota Jogjakarta di tahun ini (HUT Kota Jogjakarta ke-252). Dan, kemarin (25 Oktober 2008), sebuah karnaval itupun berlangsung.
Setelah beberapa hari sebelumnya sempat melihat spanduk-spanduk bertebaran di beberapa sudut kota Jogja, saya tidak ingin melewatkan acara ini. Jujur saja, saya memiliki sebuah ekspetasi tersendiri untuk melihat sebuah suguhan acara yang menarik. Tapi, setelah melihat awal dari acara ini, dan dilanjutkan dengan melihat “sebagian” acara ini, dan jika harus menggambarkan bagaimana acara ini berlangsung: saya tidak merasakan sebuah acara yang spektakuler. Kecewa? Mungkin iya.
Aug 26 2008

“KORUPSI” sudah menjadi sebuah kosakata yang sangat populer sekarang ini. Hampir setiap hari kata ini berseliweran di media baik media cetak maupun elektronik. Beberapa hari ini saya menyempatkan untuk membaca informasi tentang hal ini di situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menemukan banyak informasi bermanfaat. Berikut beberapa diantaranya:
Pengertian “Korupsi” menurut UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001 mencakup berbuatan:
Informasi lengkap bisa dibaca di halaman tata cara pelaporan pengaduan masyarakat di situs KPK.
Pelaporan/pengaduan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dapat disampaikan ke:
Direktorat Pengaduan Masyarakat
Jl. H.R. Rasuna Said Kav C-1, Jakarta 12920P.O. BOX: 575 Jakarta 10120
Telp. (021) 2557 8498, Faks. (021) 5289 2441
SMS: 08558575575
Email: pengaduan@kpk.go.id
Selamat datang! Blog ini adalah blog milik Thomas Arie Setiawan, seorang narablog yang saat ini berdomisili di kota Jogjakarta. Selengkapnya »
Beberapa tautan yang terkait dengan saya: