Jan 30
Kalau beberapa waktu lalu saya pernah sedikit menuliskan cerita tentang proses mendisain blog milik Pak Yusril Ihza Mahendra, kali ini saya akan coba ceritakan sedikit informasi tentang proses mendisain blog milik Dian Sastrowardoyo. Eh, Dian Sastro? Dian Sastro yang itu? Benar, Dian Sastro sudah mulai memiliki blog. Blognya bisa dilihat melalui alamat http://blog.diansastrowardoyo.net/
Proses awalnya bagi saya pribadi cukup rumit, dalam artian bahwa saya tidak mendapatkan banyak informasi dasar misalnya bagaimana disain seharusnya, bagaimana warna, fitur blog, dan lain-lain. Jadi, diawal saya sedikit berspekulasi. Bagi saya pribadi, lebih enak jika sudah ada rencana disain, permintaan fitur, atau informasi lainnya. Materi jika sudah ada diawal, mungkin akan membantu. Tapi, the show must go on… jadi kita buat saja. :) Oh ya, saya tidak dikontak langsung oleh Dian Sastrowardoyo, tapi oleh Budi Putra, CEO dari Asia Blogging Network — situs dimana saya juga ikut berperan didalamnya. Sebenarnya, obrolan ini sih sudah beberapa bulan lalu, ketika ada seminar blog Asia Blogging di Surabaya. Jadi, awalnya ada diskusi ringan — cenderung banyak bercanda sih kalau boleh saya bilang — antar saya, Budi Putra, dan Benny Chandra.
Ok, kembali ke soal disain, WordPress dijadikan alat bantu untuk blog. Alasan kepraktisan saja, dan WordPress dengan fiturnya sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan ini. Dan, kemudahan WordPress juga bisa dijadikan alasan. Toh yang paling penting adalah content dan fitur yang ingin dimunculkan. Jadi, kenapa tidak? Untuk lebih detailnya, berikut ini beberapa poin yang mungkin bisa dijadikan tambahan informasi.
Theme Design
Theme — sesuai dengan kebiasaan saya — tetap dibuat dengan menggunakan CSS-based layout. Jadi, tidak ada acara menggunakan table dan image spacer. Kenapa? Ya, kenapa harus pakai table
dan image spacer yang sangat tidak perlu? :) Ketika saya mulai membangun theme ini, ada beberapa hal yang ingin saya masukkan dalam theme, diantaranya:

Plugins dan Modifikasi
Untuk plugins dan modifikasi lanjutan, tidak terlalu banyak, tapi seperlunya saja untuk saat ini. Tapi tidak menutup kemungkinan nantinya ada tambahan sesuai dengan kebutuhan. Sampai saat ini, ada beberapa plugin yang digunakan:
Tentu saja, ada beberapa modifikasi yang harus dilakukan, terutama untuk bagian gallery. Untuk sekarang, sudah ada modifikasi walaupun belum semua. Tapi sepertinya tinggal sedikit modifikasi yang perlu dilakukan.
Et cetera
Semua proses diatas dikerjakan secara remote. Jadi, jangan tanya saya soal hal lainnya seperti apa email Dian Sastro, alamat kontak, dan lain-lain terkait Dian Sastro. Saya belum pernah melakukan kontak langsung; jadi saya tidak tahu tentang hal-hal itu. Kalau tentang proses disain diatas, silakan, mungkin saya bisa jawab. Hehehe… Oh ya, semua tulisan yang di publish di blog Dian Sastro adalah tulisan Dian sendiri. Dan komentar juga akan dibalas oleh Dian Sastro sendiri. Ya wis, happy blogging deh! Untuk makan-makan, minta Benny Chandra atau Budi Putra saja deh… :D
Selamat datang! Blog ini adalah blog milik Thomas Arie Setiawan, seorang narablog yang saat ini berdomisili di kota Jogjakarta. Selengkapnya »
Beberapa tautan yang terkait dengan saya:
Blog Dian Sastrowardoyo…
Akhirnya Dian Sastrowardoyo ngeblog juga! Akhirnya impian gw, Budi Putra (BP), dan Thomas Arie Setiawan terwujud juga! Horeee!
Sedikit menengok ke belakang. Impian itu dimulai saat kita bertiga ngobrol bareng di salah satu kafe di Surabaya setela…
Makan-makan!™
“Diandra”-nya itu loh… ha ha ha :))
semua desain thomas bagus deh. jaminan mutu lah…
emang dian milih warna yang plain putih gitu, ya?
Thomas : u’r the man !
.::he509x™::.
Ben, wakkaka… gak ada ide soal nama, ya wis itu saja.
Pujiono, terima kasih mas… Soal warna sih, saya dapat briefnya disain sederhana, simple saja… soal warna putih, sepertinya itu karena pilihan warna netral saja.
Gandung, ciatttttttttt! :D
weleh2…
kancaku bakal jueles buerat ama dirimu thom :p
‘Pekerjaan’ Terbaru Dian Sastro: Blogger!…
Selanjutnya, mau jadi apa lagi nih, Dian Sastro? Jadi blogger? Yuuuk…
Masih ingat dengan pertanyaan itu yang saya pasang di entri mengenai “12 Pekerjaan Dian Sastro“? Eh, ternyata sekarang Dian Sastrowardoyo yang bintang film kondang it…
[...] dari postingan Benceh juga ternyata yang buat Thomas Arie, orang yang sama yang mendesain blog Pak [...]
hohoho.. desainnya thomas emang yahud.. sesuai dengan selera saya =)
bandingkan dengan official site titi kamal yang memang bukan blog, bagi yang mengerti SEO pasti akan bilang “YUCK” sudah kehilangan beberapa teks dari robot pencari gara gara full flash begitu di welcome page nya walau untuk si titi pribadi sendiri mungkin gak begitu masalah, tapi coba kalau kita lihat dari sisi obyeknya si official site tersebut, itu sudah degradasi 1 point, kemudian selanjutnya lagi, kurang personal touch dari si titi sendiri (-1 point lagi), beda kalau di blog dian tsb, dari desain saya pikir sudah cukup (ide putih itu netral lumayan oke juga), kemudian dari sisi konten kalau memang dari dian sendiri yang isi dan lalu interaktif juga berdiskusi berarti jauh lebih baik, tapi saya melihat ada satu saran dari saya, ini sekedar saran aja, yaitu adanya galeri flash (saya pikir kalo seperti dian tentu gak masalah lah didukung Graphic Designer yang handal buat flash tsb, kecuali kalo emang diannya yang nggak mau lho ya/lha doyannya mukanya dijelekin gitu tu difoto2nya hehehe), kemudian online community apa saja yang diikuti dian juga ada di link disana (iya iya saya maklum diannya bilang “baru belajar”, kan nanti pasti juga bakal “mahir” juga lah), kemudian juga di setiap post selalu disediakan fitur seperti simpan post ini ke link magnolia misalkan (dan seterusnya seperti delicious, digg, dan lain lain), terus kalau ada map virtual siapa saja pengunjung yang sudah datang dari negara dan peta mana aja asalnya boleh juga dipertimbangkan. Silakan desainernya (orang IT yg di balik layar) atur bagaimana caranya agar dengan fungsionalitas fitur yang kaya, tapi tetap menjaga agar tampilan di blog dian tsb nggak norak ;-) dan tetap ringan loadingnya buat faqir benwit. sukses selalu deh…. see ya around.
Great design Thom! clean, neat, pokoknya bener2 mbek’s style hahaha :D
great work! and oh wow, THE Dian Sastro?? Gyah, must subscribe *gasp* must subscribe.. *gasp* now..
Masih ada sisa-sia foto sisa desain gak Mas?
Mau dooong.. wekeke…
Hebat boss,
Jadi awal tahun ini sempet menghilang dari peredaran karena ada proyek Dian Sastro yo :-D
Selamat deh buat desainnya yang ciamik.
Hayuuuu, jangan macem-macem sama Dian yah!
–pasang wajah sangar–
etapi ada makan-makan™ dung ya?
–bersiap ke angkringan–
ngikutin kata denzel di american gangster YOU’RE THE MAN!! :D
nunngu komentar si mickey heheh :P
owwwww…..
jadi tenan tho..???
dian itu..???
[...] spare me okay, I do need some celebrities endorsing this site. Dian’s blog is designed by Thomas Arie Setiawan from Orangescale.net, which is also the web developer for Asia Blogging Network and Yusril Ihza [...]
[...] Langsung meluncur ke TKP cepet juga aksesnya, ternyata servernya di IIX. Koh Fahmi dah nelusur jadi gag perlu pada teriak2 disini dapet info darimana. Cerita soal munculnya blog ini bisa disimak di tempatnya ohm Ben ama Thomas Arie [...]
mau dong “diandra theme”-nya =p~
eh ohm, kalo ditambah page-comment kayaknya lebih sip. soale commentnya dah banyak je
Oooohh…. jadi ini toh yg desain! Maaf mas saya orang baru! Salam kenal!
stuju sama mirzha, clean – neat – maknyus, mbek banget kekeke *two thumbs up!*
[...] untuk ngeblog, cerita lengkapnya bisa sampeyan dibaca di sini. Yang mendesain blog itu pun, mas Thomas Arie, dari Jogja juga. Desain warna blog dalam kombinasi yang manis serta beberapa hiasan foto Dian [...]
Kok hari ini blognya
mantan calon pacargak bisa diakses sih mas, lagi kangen mau liat2 blognya, malah“Great Success !
Apache is working on your cPanel® and WHM™ Server”
mas arie :
aduh … jangan pake flash, memang sih lebih interaktif …. tapi …. nanti nunggu b/w saya 1MB dipake sendiri kali yah. (saya salah satu fakir b/w)
kalau menurut saya sih lebih penting isinya dr pd content tetek bengek yg bikin pusing pemula & kadang mengganggu pandangan mata, so …. alon² asal kelakon lah.
thomas : sudah lupakan anda dgn angkringan? (nunggu traktiran).
weks …. sakno, bandwith limit exeded ! *modhiaarr*
.::he509x™:.
well that’s just an idea though, of course a designer can “hide” it on a special page only by providing one hyperlink only on a navigation, so it’s not shown on all pages and it won’t impact of the general site. one alternative is using AJAX pic gallery, I know there are many ready tools that can be used already in PHP or well any other tools. all in all, i agree that content is the most important thing. so other features are not crucial and can just be put on *later* features.
[...] Soal teknologi, tidak perlu diragukan lagi deh… tampilan clean – neat – ciamik dan sesuai kaidah-kaidah web standard adalah ramuan khas mbek Thomas. [...]
mas web nya rusak yaa g bisa akses tuh
mas lg di rehab ya? kok cpanel
saat ini jam 8:22 pagi wib [batam] blognya kok mati yah
blognya gag kuwat nahan “blog seleb” effect
Site-nya down tuh mas. Bandwidthnya langsung ngek-ngok kali ya.
Terakhir liat sih rame gilaaaaaaaa disana hahaha..
Ya udh. Selagi situsnya down..
Cari yang mirip2 Dian Sastro aja di blog saya. Mwakwkakwkakpret.
Terima kasih semua untuk feedback-nya!
Yang ngajak ke angkringan, ayo saja… kapan? Pak Man Stasiun Tugu atau Pak Min di Bugisan? Saya tidak menolak kalau ditraktir.
arie, terima kasih masukannya. Untuk link ke social networking service, saya rasa itu bisa diimplementasikan. Terima kasih telah mengingatkan. Kalau soal virtual map, dan aksesories lain, yang menjadi permasalahan bukan cara masangnya, tapi seberapa “penting” fitur itu harus ditampilkan. Apakah memang “sangat perlu”, “perlu”, “tidak perlu untuk publik” dan lain sebagainya.
sandal, wah… foto-foto lain saya tidak punya sama sekali. Sepertinya foto-foto lengkap deh dibagian photo Flickr itu.
paydjo, iya nih, paged-comments sepertinya memang perlu. Ya, walaupun mungkin recent comments di sidebar kudang bisa (belum bisa) jalan mulus dengan paged-comments.
Kok mati mas?
ternyata bikin desain blog itu susah yaaaa…
About the flash site — or probably displaying photos in a slisdeshow — probably it’s not that hard to implement. I do agree if we put it in a different page. If I am not mistaken, there will be another site (I think the main site) about Dian Sastro. But, I haven’t figured out what it looks like. So far, I am just helping setting up the blog. And, right I think there will be to-be-dediced features there.
Oh ya, tentang situs yang tidak dibuka, dari yang saya dengar, saat ini sedang dilakukan komunikasi dengan pihak penyedia hostingnya. Jadi, mungkin kita tunggu saja kali ya?
blognya “mati suri”…pasti kebanjiran akses tuh :D
btw, your design is awesome, Thom
Waah.. Anda designer nya ya…
Hebat..Hebat… :D
dah sungkem sama yang punya blog blom, thom?
cipika cipiki?
Kok postingannya ada yg hilang seeehhhhh!!!
Wah ini yang nge-desain ya? Hebat :)
[...] kebetulan saya ikut bantu-bantu proses awal Dian Sastrowardoyo punya blog, jadi beberapa hari kemarin saya mengamati terus perkembangan — dari sisi teknis — yang [...]
pengen tau blognya apa namanya
Saya penasaran dengan must installed plugin nya mas.. Bisa kasih list lengkapnya?
Saya juga mainan dengan oprek2 WP.. Mungkin kapan2 bisa diskusi..
ikutan CahAndong juga?
Wah asyik juga yah, ikut merasakan hebohnya Dian Ngeblog….
Thomas, just to say well done for your work with Dian’s Blog, hopefully bringing -in more Indonesian to the Blogosphere.
Bytheway, Dian’s Blog is very slow this days. Where are you hosting it with ?
[...] seneng banget karena banyak yang ngunjungin blog-nya, yang dibantu teknisnya oleh Budi Putra dan Thomas Arie. Dian pertama kali menulis di blog-nya pada 23 Januari 2008, dan dia seneng banget untuk membuka [...]
demit dian sastro
Saya jadi ingin tahu official sitenya Titi Kamal. Dimana addressnya yaa?
Thanx.
Mas Thomas, font yg dipake buat blogname.gif n bg-me.jpg itu apa ya?
Kasih tau dunkz :D
Thanks,
Moggy.