Sedikit dibalik kampanye MOOOvement

Hari ini di ranah Twitter ada sebuah kampanye kecil yang diselenggarakan oleh situs Mommies Daily. Intinya sederhana, sebuah nadar untuk memberikan 1,000 susu kotak kepada anak jalanan jika pengikut di Twitter mencapai 3.000 orang dalam 24 jam. Sebelum gerakan kecil ini dimulai, akun Twitter Mommies Daily mencapai angka 493. Jadi, kurang lebih hanya mendapatkan 2.500 pengikut saja.

Kampanye melalui media sosial seperti Twitter atau Facebook bukan lagi hal baru. Jangankan dilakukan oleh sebuah kelompok, peroranganpun juga kadang melakukan kampanye sejenis dengan alasan beragam. Apapun alasan yang digunakan, semuanya kadang berujung kepada dua kesimpulan alasan: bisnis atau sosial (tanpa tendensi apapun).

Saya tidak ingin mengambil kesimpulan untuk masing-masing kampanye yang pernah (atau mungkin akan) dilakukan di ranah media sosial. Tapi, terkait dengan kampanye MOOOvement, saya memang sedikit banyak tahu. Dan, kebetulan saya sendiri mengenal secara pribadi hampir semua orang dibalik situs tersebut. Jadi, mungkin saya beruntung untuk mengetahui siapa mereka sebagai seorang individu, dalam hal ini mungkin mereka sebagai orang tua/ibu. Hampir semua yang ada di belakang meja situs tersebut juga memiliki balita.

Kalau ada asumsi bahwa kampanye ini adalah karena didanai oleh sponsor, asumsi tersebut adalah salah. Karena dana yang digunakan untuk mendukung gerakan tersebut berasal dari dana pribadi. Atau, ada asumsi lain bahwa gerakan ini semata-mata untuk mendapatkan follower yang banyak? Dengan pengguna Twitter di Indonesia yang sudah sangat banyak — saya tidak tahu berapa jumlah persisnya, saya rasa angka 2.500 bukanlah sebuah angka yang sangat banyak.

Satu hal yang penting juga adalah bahwa kampanye di ranah online semacam ini sifatnya adalah optional bagi siapapun yang mengetahuinya. Suka dengan kampanye, silakan bergabung. Jika tidak suka, tidak perlu dihiraukan. Bahkan, jika dirasa sebuah kampanye tidak bermutu, jangan sebarkan ke pengguna lain di sosial media yang kita gunakan sehingga kampanye itu akan mati dengan sendirinya.

Berlangganan RSS

Anda bisa mendapatkan informasi tulisan terbaru dalam blog ini dengan berlangganan melalui email. Masukkan alamat email Anda.

  Umpan RSS

2 komentar untuk artikel ini

  1. geblek says:

    mungkin suatu saat kampanye offline sudah tak berguna lagi kali yah, :)

    • Thomas Arie says:

      Sepertinya, kampanye apapun bentuknya tinggal kepada realisasinya kali ya? Dalam contoh yang saya tuliskan, medium online digunakan untuk mensosialisasikan apa yang menjadi maksud dan tujuan.

      Pada akhirnya, bagaimana hal tersebut direalisasikan. Oh ya, dalam kampanye diatas, sesuatu yang “offline” terjadi lebih meriah — kalau boleh dikatakan demikian.

Tinggalkan komentar

Alamat email mohon diisi. Alamat email tidak akan dijual, dipublikasikan atau disalahgunakan dengan alasan apapun oleh pemilik blog ini. Gambar profil dalam kolom komentar menggunakan gambar dari layanan Gravatar. Belum punya Gravatar? Daftar sekarang.